Senin, 08 April 2013

Musyawarah Olahraga Kota Sukabumi 2013


CIKOLE – Ketua KONI Kota Sukabumi akan segera berakhir masa jabatannya. Untuk itu pada Sabtu 6 April mendatang akan dilaksanakan Musywarah Olahraga Kota Sukabumi (Musyorkot). Kepala Bidang Dinas Pemuda, Olahraga, Parawisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Sukabumi Muhamad Yonan Suparman mengatakan bahwa saat ini akan dilakukan Mursorkot untuk memilih ketua Koni Kota Sukabumi. “Mursokot ini digelar karena masa jabatan Ketua Koni saat ini sudah akan berakhir,” kemarin.
Lanjut Yonan pemilihan Ketua Koni Kota Sukabumi ini nantinya akan pada Mursorkot akan memilih yang benar-benar mampu menciptakan olah raga sebagai alat pemersatu. Ditengah Kisruh Politik dengan konsep olahraga dijadikan pemersatu, semoga dapat meredam kepenatan masayarakat. “Nantinya konsep olahraga harus benar-benar menciptakan konsep pemersatu,”ujarnya.
Sejauh ini baru ada dua nama yang mencalonkan menjadi ketua Koni Kota sukabumi diantaranya Saudara Dani dan Yayat, untuk kriteria calon ketua Koni harus mendapatkan dukungan sedikitnya enam Pengurus Cabang (Pengcab). “Calon ketua Pengcab harus mendapat dukungan minimal enam Pengcab,” tandasnya.(hnd.radarsukabumi)

Minggu, 20 November 2011

Jual Beli Atlet Haram

Menjelang dilaksanakannya Porda ke X Jabar yang akan dilaksanakan di Bandung, isu pembelian atlet potensial dari luar daerah sudah mulai bermunculasn. Memang pada kenyataannya, jual belli atlet dalam setiap event regional yang bergengsi ini, selalu diwarnai oleh jual beli atlet, Termasuk salah satunya KONI Kota Sukabumi yang pada Porda sebelumnya, juga melakukan tindakan memalukan tersebut. Sebut saja untuk atlet bola sodok atau biliar. Hasilnya diakui cukup memuaskan. Medali emas dari cabang yang satu ini berhasil direbut. Sayangnya, karena atlet tersebut dibeli, maka setelah habis kontrak usai pula kiprahnya di Kota Sukabumi, Bahkan yang paling menyesakan nafas, atlet bola sodok wanita ini hengkang ke kota lain, masih di Jawa Barat. Ini pengalaman yang sangat buruk. Oleh sebab itu, pada Porda mendatang KONI Kota Sukabumi “mengharamkan” jual beli atlet. Prestasi yang diperoleh, walaupun minim tak masalah, asalahkan diperoleh dari hasil keringat atlet yang dibina dan berasal dari Kota Sukabumi sendiri. Salam olahraga. (Danisw)

KONI Kota Sukabumi mau kemana ??

Kepengurusan Koni Kota Sukabumi periode 2008 – 2013 belum lama ini telah dilantik. Hadir pada kesmepatan tersebut, Ketua KONI Jabar HM. Ruslan, Walikota Sukabumi HM. Mokh. Muslikh Abdussyukur, dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam kepengurusan kali ini didominasi oleh wajah-wajah baru yang sebelumnya tidak memiliki keterkaitan dengan bidang olahraga. Sebut saja, Ketua Umum H. Sutisna yang sebelumnya Bupati Cirebon periode 2003-2008. Dia bahkan dicalonkan sebagai anggota legislatif dari Partai Republikan. Kemudian, Ketua Harian, Kolonel TNI (Purn) Dedi Kusnadi, selain berlatar belakang prajurit, saat ini memegang tapuk pimpinan di Partai Demokrat Kota Sukabumi. Celakanya lagi, wakil ketua II, Ir. Samsizar adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) di kota ini. Penulis yang kebetulan dipercaya sebagai sekretaris, tetap memegang prinsip independensi. Pertanyaannya sekarang, mau dibawa KONI Kota Sukabumi? Kearah politik atau membesarkan olahraga di “Kota Moci” ini. Jawabannya kita tunggu dan kita lihat nanti!. (danisw).***